Sabtu, Agustus 16, 2008

Nikmat Tidur

Munajat



Nikmatnya tidur Engkau karuniakan kepada kami.
Karenanya kami bisa memejamkan mata
dan mengistirahatkan jiwa dan raga dari kelelahan dunia.


Nikmatnya tidur Engkau karuniakan kepada kami
yang berujung pada kesegaran jiwa dan raga kami di ujung tidur.


Nikmatnya tidur juga pada akhirnya membuat kami lalai kepada-Mu,
Sang Pemberi Waktu Tidur.
Kami tiada mau bangun malam untuk bermesraan dengan-mu,
untuk mengharap ampunan dan rahmat-Mu.
Kami gunakan nikmat tidur dari-Mu justru dengan melupakan-Mu.


Yaa Rabb, nikmat tidur juga sudah membuat kami seperti sudah biasa,
seakan kami tidur di malam hari dan pasti bangun di pagi harinya.
Sekarang, kami mempunyai kesadaran baru
bahwa belum tentu di setiap tidur kami bisa bangun kembali.
Banyak sudah saudara-saudara kami yang tidur
tetapi tidak bisa bangun lagi untuk selamanya.


Terima kasih Yaa Rabb..
Terima kasih atas pembangunan kesadaran melalui tidur ini.
Semoga ada kearifan pada wajah dan hati kami
serta pada gerak dan pikiran kami
untuk menghargai kehidupan dan mewaspadai kematian.

2 komentar:

Ecko mengatakan...

Puisi yg bagus, Non. Seneng nulis curhatan dalam bentuk prosa dan puisi ya??? Saya dulu juga sering nulis puisi, tapi lama-kelamaan jadi mandeg karena gak kunjung dimuat di koran. :D
Btw, lam kenal

fit_ce_ria mengatakan...

ga juga..sebenernya c itu bukan puisi karanganku ko'..tapi kayanya bagus aja untuk renunganku...

Btw klo kamu suka bikib puisi boleh juga tuh wat nyumbang-nyumbang blog ku...gimana??

Salam kenal juga...